Uncategorized

Tentang Teman

Semakin dewasa, bertambah usia, saya semakin merasa lingkup pertemanan semakin mengecil. Mengecil mengecil kemudian menghilang. Seperti merasa tidak punya teman sama sekali. Hingga kau merasa kau memang tidak butuh teman. Hingga kau merasa itu tidak menjadi masalah.

Well, sebenarnya tidak semenyedihkan itu. Saya punya banyak teman. Teman dari jaman sekolah, sampai teman berbagi ilmu parenting. Tapi teman untuk kau berbagi masalah yang tidak bisa kau bendung sendiri, rahasia, masalah yang membuatmu terganggu hingga kau merasa penat.. teman itu tidak ada. tidak lagi ada.

Sebenarnya saya punya suami yang baik. Beliau selalu mendengarkan keluh kesah saya. Beliau selalu menghapus airmata saya ketika menangis. Namun ada kalanya saya ingin bercerita pada seorang kawan yang saya percaya. Ada kalanya saya tidak mau terlihat sebegitu lemahnya di depan suami sendiri. Ada kalanya saya ingin kuat di depan keluarga kecil saya.

Awalnya bagi saya itu tidak masalah. Namun seiring waktu berjalan, saya merasa sangat sedih. Namun ini mengajarkan saya agar bisa lebih mandiri, dan tetap kuat. Dan berserah diri padanya apapun masalah yang saya hadapi. 

Saya merasa Dia lah yang paling mengerti saya.

Teman yang bisa mendengarkan saya curhat, yang mengerti keadaan saya, yang tak pernah lelah mendengarkan saya mengeluh dan mengeluh, ialah Allah.

Ia menjadikanmu lebih kuat.

Kau tak butuh lagi sahabat untuk berbagi cerita.

Kau bisa kuat sendiri.

 

 

 

 

Leave a Reply

Required fields are marked*