1minggu1cerita, Tulisan

Untukmu yang Merindu Kesempurnaan seorang Lelaki

Di usianya yang sudah mau menginjak kepala tiga, ia, perempuan alim yang sudah 1 tahun lebih saya kenal, masih nyaman dengan kesendiriannya.  Saya yakin setiap manusia mempunyai pertimbangannya masing-masing dalam melanjutkan ke jenjang pernikahan. Saya yakin dalam hati kecilnya pun, ia bersedia untuk menikah. Ia sangat bersedia. Terlebih usianya kini sudah sangat cukup untuk itu. Saya tidak bisa membayangkan setiap tahunnya berapa kali ia ditanya-tanya kerabat dan saudara-saudaranya tentang kapan ia menikah, ketika sedang kumpul keluarga. Mau tidak mau, suka tidak suka, pertanyaan demi pertanyaan itu menjadi hantu yang sangat menakutkan, yang harus ia hadapi, setiap saat.

Suatu siang, Lelaki itu, dengan senyumnya yang tulus, ia berjalan menghampiri perempuan tersebut sembari membawa kue yang disukainya. Perempuan tersebut nampak acuh, namun tetap menerima kue yang Lelaki itu bawa. Ia tersenyum sambil mengucap terima kasih, meski terlihat dipaksakan. Lelaki itu berharap, perempuan di hadapannya dapat membukakan sedikit hatinya untuknya. Sedikit saja. Sedikit saja ia diberikan kesempatan untuk dapat lebih jauh mengenalnya. Kemudian Lelaki tersebut berlalu. Ia pamit untuk pulang.

“masih belum?” tanya saya.

“belum. saya belum yakin padanya. Banyak hal darinya yang membuat saya tidak suka. Ia begini dan begitu…” Perempuan tersebut menjabarkan alasan-alasan mengapa ia tidak menyukai lelaki yang tadi memberikan kue padanya. Ia hanya menyukai sebatas teman, lebih dari itu, tidak. Ia tidak menyukainya. Ia merasa lelaki yang mendatanginya tersebut banyak kekurangannya.

“mau cari yang seperti apa?” tanya saya kembali, tanpa basa-basi.

“saya ingin mencari yang seperti Nabi Muhammad.” jawabnya dengan lugas.

Saya menghela nafas. Setiap muslimah pasti menginginkan pasangannya yang sesempurna Rasulullah. Mereka mendamba, merindu, terhadap akhlak baik Rasul yang dirasa sempurna sebagai seorang manusia. Rindu itu yang kini menyelimuti perempuan alim tersebut, hingga sampai saat ini ia belum mau membukakan hati kepada lelaki yang mendekatinya. Tidak, lebih tepatnya, ia masih menunggu Lelaki yang sempurna seperti Rasulullah. Karena ia sangat yakin, lelaki itu ada, dan suatu hari akan datang padanya. Ia tidak merasa keberatan untuk menunggu. Meski dorongan dari keluarga dan orang sekitar semakin kuat.

Saya hanya bisa menatapnya dengan iba.

Sampai kapan kau mau menunggu?

Dalam kesendirianmu, kau bermunajat pada-Nya, agar diberikan jodoh yang baik seperti Kekasih-Nya, yang tidak akan mengecewakanmu, yang akan membimbingmu dunia akhirat, yang bisa menjadi imam yang baik, yang mengajarimu tentang kehidupan, yang begitu sempurna.

Sampai kapan kau mau menunggu?

Laki-laki itu suatu hari kau yakini akan datang menghampirimu. Meraih tanganmu, mengajakmu untuk berjalan ke syurga-Nya.

Sampai kapan kau mau menunggu?

Rindu yang menyelimutimu telah membutakanmu dari orang-orang baik yang hendak melamarmu untuk hidup bersama.

Sampai kapan kau mau menunggu?

Hingga akhirnya kau kan tersadar, kau tidak pernah menemukan orang yang kau cari selama ini di hidupmu. Kau mulai lelah. Kau melihat orang-orang yang selama ini berdiri dihadapanmu, memohon untuk dibukakan hatimu untuknya, telah berpaling dan berlalu, melanjutkan hidupnya dengan penuh kebahagiaan, tanpamu. Mereka sudah berkeluarga, mereka sudah bahagia dengan kehidupannya yang tak sempurna.

Kau pun bertanya-tanya, apa yang salah dengan dirinya?

Merindu pasangan yang sesempurna Rasulullah memang tidak ada salahnya. Namun yang menjadi masalah adalah, ketika kamu menutup mata dan hati terhadap lelaki yang baik, yang hendak mendatangi orangtuamu, melamarmu, mengajakmu menikah, hanya karena kau tidak suka dengan hal-hal kecil dalam dirinya. Jika kau berpikir seperti itu, maka selamanya kau tidak akan pernah menemukan sosok lelaki yang kau cari. Karena hey, tidak akan ada laki-laki yang sempurna di dunia ini. Pasti ada satu-dua hal dalam diri mereka yang tidak kau sukai. Yang terpenting adalah, manakah yang paling kau lihat dari seorang lelaki? Manakah yang paling kau cari dari seorang lelaki untuk dijadikan pasangan sehidup semati?

Lelaki yang tadi membawakan kue untukmu itu, kini telah menikah. Ia sudah berlalu dari hadapanmu. Ia sudah mundur dan tidak lagi mengejarmu. lelaki itu mungkin satu dari sekian banyak laki-laki yang sudah menyerah untuk mendapatkanmu. Mereka tidak bisa selamanya menunggu. Menunggu seseorang yang bahkan tidak membukakan hatinya sedikitpun pada mereka.

Dan kau, kau pun masih menunggu. Entah berapa lama lagi kau akan menunggu. Menunggu seseorang yang sempurna, yang tidak akan mengecewakanmu selama hidup. Kau yakin laki-laki itu ada. Dan kau tidak keberatan untuk menunggu sebentar lagi. Kau menutup mata pada lelaki baik yang berdiri di hadapanmu. Kau masih tidak mau membukakan hatimu sedikitpun untuk mereka.

Kau yang sangat merindu sosok pasangan yang sempurna seperti Rasul.

Kau yang masih setia menunggu hingga lelaki yang sempurna itu datang padamu suatu hari nanti.

Semoga kau menemukan kebahagiaan dalam penantianmu, hingga saat itu tiba.

Leave a Reply

Required fields are marked*