MPASI

Metode Pengolahan makanan untuk MPASI

Sebagai seorang Ibu, pastilah ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk soal  makanan. Seorang ibu pasti sudah pernah membaca ataupun diberi tahu soal makanan apa yang sehat dan tidak sehat untuk diberikan kepada anaknya.

Ketika anak sudah menginjak usia 6 bulan, mereka sudah diperbolehkan untuk makan dan minum selain Air Susu Ibu. Saya masih ingat betul bagaimana excited nya saya dalam mempersiapkan MPASI untuk Bia. Tidak sabar sekali ingin melihat reaksi Bia ketika mencicipi makanan selain ASI. Bagaimana yah? dan apa saja yang boleh diberikan  padanya pertama kali? Saya kemudian meminjam buku-buku seputar MPASI kepada kakak-kakak saya agar tidak salah langkah.

Saya memilih bubur susu sebagai makanan yang pertama diberikan untuk anak saya (baca selengkapnya disini). Reaksinya lumayan, awalnya dia merasa aneh namun lama-lama ia menikmatinya. Tidak melulu ingin memberikan bubur susu, saya pun merambah ke makanan lainnya. Saya mulai memberikannya sayuran, dan buah-buahan. Namun kini muncul pertanyaan baru, bagaimanakah mengolah makanan, terutama sayuran, yang baik untuk anak? Apakah dikukus? direbus? dipanggang? atau bahkan ditumis?

Inilah beberapa metode pengolahan makanan yang biasa dilakukan oleh para Ibu :

Kukus

Mengukus merupakan memasak makanan diatas air mendidih, sehingga makanan tidak menyentuh air. Ini adalah metode yang paling sering saya pakai ketika mengolah makanan. Mengapa? Dengan mengukus, vitamin-vitamin yang ada dalam makanan (terutama yang larut air) tidak banyak berkurang, sehingga lebih sehat. Mengukus juga dapat menjaga rasa dan tekstur asli dari makanan tersebut.

Apa saja makanan yang dapat dikukus untuk MPASI? kentang, brokoli, wortel, pear, apel, buncis, kabocha, ubi, dan lain sebagainya.

Rebus

food-water-corn-cooking-largeDengan merebus, waktu yang ditempuh lebih cepat dari mengukus, karena makanan relatif cepat matang. Metode ini juga sesuai untuk memasak dalam skala besar. Dalam merebus, ibu hanya perlu mempersiapkan peralatan yang sederhana, yaitu hanya panci yang diisi air. Namun dengan menggunakan metode merebus, nutrisi dalam makanan yang larut dengan air jadi terbuang. Sehingga jika ingin memasak sayuran, lebih baik menggunakan medote kukus.

Apa saja makanan yang dapat direbus untuk MPASI? daging, telur, kacang hijau, jagung, dan lain sebagainya.

Panggang

Memanggang merupakan memasak dengan menggunakan panas yang ada di dalam oven, atau kalau saya sih di atas teflon. Metode memanggang ini menjaga tekstur makanan, dan cita rasa yang lebih enak, juga menyehatkan karena nutrisi yang ada di dalamnya juga terjaga. Namun memanggang ini memerlukan perangkat dan peralatan khusus, sehingga saya jarang menggunakannya.

Apa saja makanan yang dapat dipanggang untuk MPASI? daging sapi, daging ayam, kentang, dan lain sebagainya.

Tumis

Menumis sayur-sayuran dengan sedikit minyak merupakan salah satu favorit saya. Karena menumis membuat rasa sayuran lebih enak dan renyah. Kendati demikian, saya jarang memberikan tumis sayur kepada anak saya ketika awal MPASI, karena agak susah dikunyah. Namun jika anak sudah bisa mengunyah dengan baik, tumis sayuran dapat menjadi alternatif pilihan. Untuk menumisnya, saya menggunakan minyak zaitun, karena mengandung asam lemak tak jenuh yang baik dan diperlukan untuk memelihara jantung, organ-organ peredaran darah, otak, dan kulit. Walau begitu tidak perlu terlalu banyak.

Apa saja makanan yang dapat ditumis untuk MPASI? labu siam, bokchoy, sawi, kangkung, dan lain sebagainya.

red-lunch-green-knolling-large

Bagaimana dengan menggoreng?

Menggoreng makanan membuat rasa makanan lebih enak, dan cepat matang. Ini merupakan metode paling guilty pleasure menurut saya, karena saya amat menyukai makanan yang digoreng. Namun menurut Hiromi Shinya, seorang dokter dan penulis buku Jepang, dalam bukunya The Miracle of Enzym, Minyak adalah jenis makanan yang paling mudah teroksidasi. Makanan yang teroksidasi menghasilkan radikal bebas, yang dapat menghancurkan sel-sel sehingga menyebabkan kanker. Oleh karena itu menurut saya metode penggorengan tidak dianjurkan untuk awal MPASI.

 

sumber :

Dian Prima Zahrial dan Yudith Mangiri. 2013. MPASI Perdana Cihuy, Jakarta : Asha Book.

Shinya, Hiromi. 2015. The Miracle of Enzym, Bandung : Qanita.

 

4 Comments

  1. Untuk MPASI anak-anak, aku biasa masak dengan dikukus. Aaah jadi inget masa anak-anak kecil dulu 🙂

    1. iya mbak memang yang paling sehat dikukus yah untuk mpasi
      terima kasih sudah berkunjung 🙂

  2. wihh manfaat sekali artikelnya..

  3. Noted! Hihihihi, masih lama si buat bikin MPASI, tapi makasih banyak ya mbak, jadi nambah ilmu untuk persiapan nanti 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*