MPASI

Manfaat Baby-Led-Weaning menurut Pengalaman Pribadi

Kali ini saya akan share pengalaman saya menerapkan metode baby-led weaning pada anak saya. Baby-Led weaning, seperti yang sudah banyak diketahui, adalah membiarkan bayi memakan makanan yang lebih padat dengan nalurinya sendiri. Bayi bebas memilih makanan apa yang mau disantap. Tidak seperti spoon-feeding, dengan BLW, sang ibu terbebas dari acara menyuapi anak. Tapi bukan berarti sang ibu bisa lepas tangan begitu saja, justru lebih baik sang ibu mendampingi anaknya yang tengah makan, agar jika kalau tersedak atau apa, bisa langsung diberikan penanganan.

Saya menggunakan metode BLW pada Bia ketika ia berusia 7 bulan. Sebenarnya dari 6 bulan pun sudah diperbolehkan, namun ketika itu saya masih mencari-cari metode apa yang lebih baik dalam memberikan makanan pendampin ASI (MPASI) pada anak. Hari pertama BLW, saya coba dengan beberapa potongan buah pepaya. Hasilnya… ah tidak usah diharapkan. Jangan berharap banyak pada hari pertama. Bia malah mengacak-acak buah pepaya tersebut. pokoknya boro-boro digenggam deh. Tips nya sih, kalau hari pertama ga usah banyak banyak dulu, karena bayi belum ngerti, dikit-dikit aja, sambil diarahkan dan diberi contoh oleh ibunya. Karena cemas takut Bia kelaparan, akhirnya saya suapi saja buah pepaya tersebut hiks hiks… failed. tapi yang jelas setidaknya dia mencicipi rasa dan tekstur asli makanan tersebut, Hari demi hari saya arahkan Bia untuk bisa mengambil makanan sendiri. Lama kelamaan akhirnya dia mengerti, dan untuk pertama kalinya dia mengambil potongan tempe kukus yang saya siapkan di piringnya. Dengan tangan mungilnya, ia meraih potongan demi potongan tempe dan sayuran ke mulutnya. Alhamdulillah! yay! berhasil! eits tunggu dulu. bukan berarti lantas si Ibu lepas tangan yah? Walaupun sang bayi sudah bisa mengambil makanannya sendiri, sang ibu harus tetap mengawasi.

Oke, sekarang manfaatnya apa selama 2 tahun ini?

Manfaat  Baby Led Weaning yang sangat terasa buat saya pribadi adalah :

manfaat blw - catatanbundabia
Bia makan potongan buah dan sayur dengan lahap
  1. Bia ga pernah GTM alias Gerakan Tutup Mulut alias ga mau  makan. Ya pernah sih, tapi biasanya kalau dia ga mau makan itu penyebabnya karena dia lagi sakit, ga enak badan, atau lagi banyak teman atau saudara-saudaranya (karena pengennya main), jadi males makan. selain itu, makannya buanyakkkk banget. Bia termasuk penyuka hampir semua jenis makanan. Bahkan sampai sekarang pun, Bia mau mau aja makan sepiring brokoli kukus tanpa diberi bumbu apapun. Apa Bia makannya selalu banyak? tidak juga, ada kalanya dia makan sedikit. Tapi kalau menolak makan sama sekali, tidak pernah. kecuali yang sudah saya sebutkan tadi, kalau dia lagi sakit atau sedang banyak orang di rumah.
  2. Bia ga suka milih-milih makanan, alias picky eater. apapun makanannya, dia tetap mau. tapi memang ada kalanya dia bosan dan menginginkan menu baru. tapi itu jaraaaang sekali terjadi.
  3. Mudah dibuat dan lebih hemat. kok bisa? iya dong, selama berbulan-bulan, dibawah usia 1 tahun, Bia banyaknya diberikan makanan kukusan. sayur kukus, lauk kukus, atau apapun yang bisa dikukus hahaha. Dan dia masih menikmatinya kok. Kadang saya juga suka cemas, kira-kira kukusan gini doang Bia suka ga yah? tapi ternyata Bia menyukainya. Namun jika sang Ibu merasa kurang tertantang, bisa mencari resep-resep MPASI di instagram, karena banyak sekali ibu-ibu diluar sana yang suka membagi resep-resep MPASI mereka. Saya juga banyak terinspirasi dari sana. Bisa membuat sang Ibu jadi lebih kreatif lagi dalam menyediakan makanan untuk buah hati tercinta.
  4. Mengenali berbagai bentuk dan rasa asli dari makanan. Ketika sedang makan, si bayi akan meraih potongan makanannya, lalu memperhatikannya, memegangnya, dan mencicipinya. Sang ibu yang menemani bisa saja sambil mengajarkan pada anaknya, “ini brokoli, nak. enak ya rasanya?”
  5. Belajar makan. ini yang penting! yang paling ditakuti saya ketika mau mencoba BLW adalah takut Bia tersedak. tapi ternyata tidak! karena itulah sang Ibu harus mendampingi. Anak dapat belajar mengunyah dan menelan, belajar meraih dan memegang makanannya tanpa terjatuh, belajar menggunakan sendok dan garpu, dan belajar makan tanpa banyak mengotori sekitarnya. seru kan?

Tapi tunggu. walaupun terlihat sangat mudah dan menyenangkan, dibalik itu BLW menurut saya juga mempunyai banyak permasalahan, yakni :

  1. Berantakan. Ah ini mah kayanya semua ibu-ibu yang menggunakan cara BLW pasti setuju, kalau BLW membuat rumah jadi berantakan. Betapa tidak, si anak yang sedang belajar makan sendiri itu tidak jarang menumpahkan makanannya ke lantai. Saya pun gemas sekali kalau Bia sudah menumpah-numpahkan makanannya. entah itu menumpahkan butiran nasi, sayur, buah atau lauk, yang mana jika sudah dijatuhkan ke lantai, berarti sudah tidak boleh dikonsumsi lagi ya? ini nih yang bikin gemas.

    Baby covered in spaghetti
    cr : hufftingtonpost.com
  2. Lama. Karena acara makan dikuasai bayi, jadi memakan waktu yang tidak sebentar. Ibu harus sabar. sabar. sabar. kalau saya sih, kalau sudah terlalu lama, dan karena memang tidak sabar, akhirnya saya suapi aja deh T_T*nyerah*
  3. Meyakinkan orang-orang terdekat kalau BLW itu aman. nah ini nih… keluarga terdekat mungkin heran melihat anak bayi disuruh makan sendiri. kalau tersedak gimana? kalau matanya kecolok sendok atau garpu gimana? makanan utuh gini kok udah dikasih ke bayi? ngunyahnya gimana? kenapa ga dibikin bubur? dan lain sebagainya. Jadi saran saya, cari cara bagaimana meyakinkan orang-orang terdekat bahwa BLW itu memang aman, dan banyak manfaatnya. Kalau saya sih Alhamdulillah nya semua keluarga mendukung, jadi tidak ada masalah, walau mamah saya juga bingung dan waswas melihat Bia makan sendiri. “awas keselek!!!”

Menurut saya intinya kalau mau BLW, ibu nya musti konsisten, sabar, dan kreatif. Konsisten dalam menerapkan metodenya sampai beberapa lama, sabar jika memang hasilnya tidak sama seperti yang dibayangkan, dan kreatif dalam menyajikan berbagai macam menu untuk buah hati. Kalau saya sih, karena ga cukup sabar, saya gabungkan antara BLW dan spoon-feeding. Tapi Alhamdulillah ga ada masalah, walau Bia terkadang juga suka manja minta disuapin dan ga mau makan sendiri hehehe.

Sekian manfaat BLW dari saya. Sebelumnya juga saya sudah menulis tentang Pengalaman MPASI perdana Bia disini.

Semoga bermanfaat buibuuu!

Leave a Reply

Required fields are marked*