nikah muda - catatanbundabia
Tulisan

Ngomongin tentang Nikah Muda

Mumpung lagi pada rame bahas tentang nikah muda, kali ini saya juga akan ikut-ikutan ngebahas. Dulu dari SMA, saya udah semacam “cita-cita” pengen nikah muda. what?! yups, dengan alasan sesimpel; karena pacaran itu ga boleh, yo wes nikah aja lah. gitu. Tapi seiring usia makin bertambah setiap hari nya, semakin mengertilah bahwa pernikahan tidak sesimpel itu.

Sebenarnya usia saya waktu nikah ga muda-muda amat sih, yaitu 21 tahun. Mungkin banyak yang menikah di usia yang jauh lebih muda dari saya. seperti di desa-desa, mungkin kalau kita dengar, banyak anak-anak gadis yang menikah di usia masih belasan tahun. Trus kenapa saya nikah muda? kenapa ga ngejar karir dulu? kenapa ga keliling dunia dulu? kenapa ga nikmatin uang hasil gaji dulu? kenapa ga nerusin studi dulu? dan lain sebagainya. Saat itu saya sudah mengenal si mas bojo, yang dulu statusnya masih teman biasa. Di tahun 2013, beliau memberi sinyal-sinyal ahahahak yaaak intinya mas ku memberi perhatian yang lebih dari sebatas teman. Kata siapa perempuan harus selalu menjadi yang pasif? saya pun bertanya pada beliau, kalau saya ini mau dibawa kemana? mau dinikahin ga sih? hehehe. Kok ga ada harga diri banget sih jadi perempuan? Lho jangan salah, dahulu Siti Khadijah lah yang memutuskan untuk melamar Nabi Muhammad, melalui perantara.

Ketika saya menginginkan sesuatu, maka saya selalu bertanya pada Allah, dengan istikharah. Begitupun dalam memilih pendamping, saya selalu bertanya pada Allah. saya ingin mengawalinya dengan baik, dan mendapat restu dari Allah. Saya terus bertanya, hingga akhirnya saya diberikan kemantapan hati untuk menikah dengan si Mas. Beliau pun mulai membahas tentang rencana lamaran dan pernikahan. Dan indahnya lagi, lamaran dan pernikahannya dilaksanakan di tahun yang sama, yaitu 2013. Alhamdulillah diberi banyak kelancaran dan kemudahan.

Simpel ya? Alhamdulillah. Karena saya ingin ini pernikahan saya ini untuk selamanya, dunia-akhirat, maka saya tidak boleh sembarang dalam mengambil keputusan. Selalu libatkan Allah dalam segala sesuatu, termasuk dalam mencintai seseorang. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagimu.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216

Nah, trus gimana sih rasanya menikah di usia muda?

rasanya sih, karena saya belum pernah pacaran, indaaaaah bangettt. Apalagi awal-awal baru nikah, serasa dunia milik berdua, yang lain ngekost hahaha. pokoknya indah banget. Apalagi saat tahu kalau 1 bulan setelah menikah saya langsung positif hamil. Bahagianya berlipat-lipat.

Pernah marahan?

ya pernah lah. Apalagi saya dan suami sifatnya beda jauh. Saya temperamen, suami orangnya kalem banget, pasti pernah cekcok. Apalagi setelah menjadi ibu baru, saya dilanda kelelahan dan kadang stres. Hal-hal ini yang bisa memicu perselisihan. Banyak sekali yang bisa memicu perselisihan. Namun ini tidak selamanya penyebabnya adalah karena menikah usia muda. Menikah di usia dewasa pun jika memang orangnya tidak bisa mengendalikan emosi, sama saja.

Lah trus gimana dong?

ya menikah itu memang butuh persiapan. Lahir, bathin. Fisik, dan mental. Apalagi di usia muda, yang notabene emosinya masih labil.

Menyesal ga menikah di usia muda?

engga. sama sekali engga. Memang kalau melihat teman-teman sebaya yang sedang meniti karir, jalan-jalan keluar negeri dengan penghasilannya, melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi, dan sudah menuai kesuksesan, memang bikin iri. beneran. tapi ah sudahlah, kebahagiaan orang lain itu belum tentu sama dengan yang lain. Bisa jadi ada orang lain juga iri melihat kita yang sudah menikah muda dan dikaruniai anak. who knows?

Bahagia kah hidupmu sekarang?

ya. sangat bahagia. tidak ada penyesalan bagi saya menikah di usia muda. Saya sangat menikmati peran sebagai seorang istri dan ibu, Walau mungkin masih jauh dari kata baik. Tapi saya mencoba belajar setiap hari. sampai sekarang. Karena manusia tidak boleh berhenti belajar, kecuali jika sudah mati. Dan satu hal lagi, tetaplah libatkan Allah dalam segala sesuatu.

mudah-mudahan tidak menggurui yaah.

semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*