Parenting

Pengalaman menyapih Bia

crying baby

Usia Bia masih 19 bulan ketika disapih, yang mana sebenarnya dia  masih berhak 5 bulan lagi untuk menikmati ASI. Sebagaimana yang sudah saya tulis disini, bahwa saya harus saat itu juga Stop memberikan ASI untuk Bia dikarenakan janin dalam kandungan saya telat berkembang. Dokter menduga jangan-jangan ini dikarenakan saya masih menyusui, sehingga beliau menyuruh saya untuk berhenti total saat itu juga. Sedih? bangeeeet. sepulang dari RS saya terus-terusan menangis, apalagi Bia udah ngamuk dan stres karena tiba-tiba tidak diberi ASI. Saya dan suami kemudian mencari-cari ide bagaimana cara untuk menyapih Bia tanpa drama tangisan dari emak dan anaknya. Kemudian saya coba membeli botol yang lalu saya isi dengan susu. Tapi ternyata… huhuhu anakku pengennya nyusu dari sumbernya langsung. nangislah keduanya (emak dan anak). Apalagi hari sudah menjelang malam, yang mana anak saya sudah mengantuk dan ingin tidur, dan jika tidur harus kudu wajib nyusu dulu sama emaknya. Gimana dong?

Alhamdulillah si suami baik hati dan tidak sombong membantu saya. Beliau menggendong Bia yang menangis minta nyusu semaleman diluar. Bundanya? saya di kamar sendiri. Jadi bener-bener dipisah dari anak saya. Digendong sama Ayahnya pun, si genduk masih tetep nangis. dia manggil manggil bundanya terus. Duh rasanya sediiiiihhhhh banget. Akhirnya karena capek (dan udah hampir tengah malem juga), Bia pun tidur digendongan ayahnya yang juga ketiduran di kursi. Sedih, tapi haru banget. Makin sayang sama suamiku tercintaah hehehe. bener-bener saat menyapih anak, kerjasama dengan suami itu yang paling penting. Pokoknya malam pertama menyapih Bia masih diiringi drama tangisan antara ibu dan anak. Sampai malam ketiga masih penuh air mata, tapi sudah tidak sebanyak malam pertama. Ketika ibu-ibu lain menyapih dengan mencoba mengurangi intensitas menyusui anaknya sedikit-sedikit ketika siang/malam, maka lain hal dengan saya yang harus STOP markotop tanpa basa basi. Kok tega banget sih yah? tapi apa boleh buat demi si calon bayi juga. Pernah ketika Bia menangis minta nyusu lagi, saya kemudian menyerah ingin menyusuinya lagi karena kasian. tapi kemudian suami saya menahan dan melarang. karena katanya kalau saya menyusui lagi, maka proses menyapih akan lebih lama, dan semakin lama, si anak akan semakin “menderita”. selain itu pertimbangannya demi si calon buah hati juga. Jadi mau tidak mau, saya harus TEGA.

Jujur sampai 3 hari proses menyusui Bia, masih terasa berat dan sedih. Tapi alhamdulillah Bia anaknya pinter dan pengertian banget. Hari ketiga dia udah mulai lupa, walau masih ngamuk kalau inget. saat itu saya beri pengertian, “Bia udah gede, udah ga nyusu, susu nya buat dedek yah?”  awalnya saya pikir dia ga bakalan ngerti. Tau nya pas siang-siang, dia nunjuk-nunjuk, saya kira dia mau minta nyusu, tau nya dia bilang “dedek..dedek.” langsung emaknya terharu banget. Jadi ternyata dia mengerti apa yang saya bilang. Habis itu dia jarang minta nyusu lagi. Malam hari nya dia juga tidur sendiri, tanpa ngamuk karena ga disusuin. Bundanya menangis terharu (kenape nangis terus sih ni orang?!)

Butuh waktu seminggu sampai akhirnya Bia sama sekali ga minta nyusu lagi. Alhamdulillah 7 hari terlewati dengan lancar car car. Kalau saya diminta untuk memberikan tips bagaimana cara menyapih anak, kuncinya hanya satu, yaitu : TEGA. Bener deh, kalau ibunya ga tega, sampai berbulan-bulan pun tidak akan berhasil menyapih anak. Saya agak bersyukur saya saat itu berada dalam posisi dimana saya memang dipaksa untuk tega dalam menyapih anak, tapi sejujurnya ini juga tidak mudah, sama sekali tidak mudah. Beraaaat sekali, dan sedih teramat sedih deh. Apalagi Bia belum genap 2 tahun, dan ASI juga masih buanyakkk. Dan yang paling menyedihkan dari ini adalah, ketika 2 minggu setelahnya kandunganku tidak berkembang, dan harus dikuret karena sudah gugur di dalam. Benar-benar masa-masa yang penuh airmata deh hehehe. Tapi Alhamdulillah saya sudah melewatinya. Makin cinta banget sama suami, yang selalu membantu dan menemani saya huhuhu. Tapi yang saya yakini, kandungan saya tidak berkembang bukan karena saya menyusui Bia, namun memang karena sudah seleksi alam. Dokter pun berkata demikian, bahwa penyebabnya bukan itu.

Ya begitu deh. intinya kalau pengen sukses menyapih anak, Ibunya harus tega, dan juga berikan pengertian/alasan kepada mereka. Tega bukan berarti jahat, namun karena sayang. Menyapih itu memang sama sekali tidak mudah. Pasti ada perasaan “kenapa sih musti disapih?” Namun hal itu memang harus dilakukan, sebagaimana yang sudah tertulis dalam Qur’an :

Bismillahirrohmanirrohim,

QS. Al-Baqarah ayat 233:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةُ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودُُلَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرُُ Artinya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

 QS. Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا اْلإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ Artinya: Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. 

Semangat bagi ibu-ibu yang mau menyapih anaknya!!!! hehehe. Percaya deh, setelah berhasil melewati masa-masa ini, akan muncul kebanggaan tersendiri dari seorang ibu 🙂

photo cr : www.theguardian.com 

Leave a Reply

Required fields are marked*