Catatan, Parenting

Menjadi Seorang Ibu betul-betul

pexels-photo-69100-large

Hari Jum’at kemarin terjadi 2 peristiwa yang menegangkan. Pagi harinya, bibi (sebutan untuk Asisten Rumah Tangga saya) mengajak anak saya jalan-jalan di taman. pagi itu sebenarnya anak saya nangis-nangis rewel karena ingin ikut ayahnya naik motor ke kantor, namun karena memang tidak bisa, maka anak menangis kencang. Saat itu bibi membawa anak saya jalan-jalan di sekitar rumah agar tangisannya reda. Saya saat itu masih di dalam rumah, berasumsi kalau anak saya hanya sebentar main di luar.

Sehabis saya menyiapkan sarapan untuk Bia, saya melihat jam, sudah 1 jam lebih anak saya belum pulang bersama bibi. Tak perlu pikir panjang bagi saya untuk kemudian segera mencari di sekitar rumah, apalagi ponsel bibi ketinggalan di rumah jadi tidak bisa dihubungi. Namun nihil. saya tidak menemukan dimanapun. Jalanan di sekitar rumah pun sudah tidak ada anak-anak yang bermain, karena memang matahari pun sudah terik dan panas. Saya berlarian kesana kemari mencari Bia yang tidak saya temukan dimanapun. Duh! Panik, saya pun langsung menghubungi suami. saya tidak kuasa menahan nangis karena tidak menemukan Bia. Tak lama kemudian suami pun datang, beliau pun sepertinya panik karena saya cerita kalau Bia belum pulang juga ke rumah. Sambil naik motor, kami pun mencari Bia berkeliling komplek. Bertanya pada satpam, dan tukang sayur keliling pun percuma, karena mereka pun tidak melihat. Makin paniklah saya huhu sampai sudah berpikiran jauh, jangan-jangan anak saya…. ah sudah ah tidak mungkin. di jalanan saya menangis seperti orang gila.

Sesampainya kembali di rumah, kagetlah saya melihat Bibi dan anak saya sudah ada di halaman rumah. Bibi bercerita kalau anak saya habis bermain di rumah tetangga yang anaknya tidak beda jauh usianya dari Bia. Huaaa… saya masih nangis histeris. Memang saya lega sekali, namun saya masih sedih dan kalut. Bagaimana tidak? saya sudah berpikiran kalau anak saya… ah pokoknya berpikiran yang macam-macam saja, saya bahkan merasa kalau hidup saya sudah berakhir kalau tadi itu benar terjadi seperti dalam pikiran saya. Suami menenangkan, dan kemudian memberi tahu Asisten saya agar nanti kami diberi tahu jika memang mau membawa anak saya pergi ke suatu tempat. Benar-benar menegangkan sekali.

Sorenya, kami pergi ke restoran untuk makan. Sehabis saya dan suami makan, anak saya diam terus. Curiga, akhirnya suami saya mengecek, dan ternyata… Bia pup!!! yang lebih seru lagi adalah; pup nya berantakan sampai ke celana dan bajunya. Kami langsung ngebut menuju toilet. karena suami tidak bisa masuk, akhirnya saya lah yang harus sendiri membersihkan anak saya. tapi ternyata… wc nya tidak ada shower!! jadi saking canggihnya, wc nya tidak ada shower dan jika mau basuh harus menekan tombol flush lalu voilaaaa airnya mancur dari dalam tengah wc. tapi… Bagaimana saya bisa membasuh Bia?? makin panik melihat anak saya juga menangis kencang, dan bajunya makin kotor. Untung ada Ibu-ibu di toilet perempuan yang berbaik hati memberikan tissue basahnya pada saya, walaupun hanya beberapa lembar, tapi lumayan saya jadi bisa membersihkan bagian punggung anak saya yang terkena pup. Masalah belum selesai disitu, karena banyak orang di toilet perempuan, saya jadi makin panik, anak saya sampai kecepit pintu karena saya grasak grusuk mencari akal bagaimana membasuhnya. Apalagi ternyata saya lupa membawa celana ke dalam tas! which is… suami saya harus kembali ke mobil (yang lokasinya cukup jauh dari posisi kami) untuk mengambil celana panjang anak saya yang saya tinggalkan disana. akhirnyaaaa ada mbak-mbak kebersihan yang menyuruh saya untuk membasuh anak saya di ruang janitor. betul juga! akhirnya saya pun membersihkan Bia disana. Sambil dibasuh, Bia tidak berhenti menangis histeris, mungkin karena dia takut melihat bundanya panik. Saya peluk anak saya, sambil bilang “ga apa-apa nak, jangan takut.” syukurlah tak lama kemudian suami datang membawakan celana panjang bersih untuk anak saya. fyuuuh….

Dalam perjalanan pulang saya dan suami hanya bisa tertawa. ya ampuuun.. hari ini luar biasa sekali yah?

Saya memang sudah menjadi seorang ibu, namun peristiwa hari sabtu kemarin membuat saya merasa menjadi betul-betul seorang ibu.

being-a-mother-is-learning-about-strengths-you-didnt-know-you-had-and-dealing-with-fears-you-didnt-know-existed-quote-1
sumber : www.picturequotes.com

Leave a Reply

Required fields are marked*